05
Dec

PO SAN Datangkan Armada Baru

BENGKULU (RIAUPOS.CO) — PO SAN Putra Sejahtera atau Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO SAN) merupakan perusahaan angkutan bus yang sudah mulai dirintis sejak tahun 1978 oleh sang Founder H Hasanuddin Adnan.Bercita-cita ingin mengubah citra bus menjadi jauh lebih baik dari pada citra yang ada selama ini. Bahkan PO SAN dengan bus premiumnya ingin citra layanan bus setingkat dengan moda transportasi lain seperti pesawat terbang dan kereta api.

Untuk mendukung peningkatan citra bus secara umum, PO SAN berinvestasi dengan membeli tujuh unit bus baru berupa empat unit Mercedes Benz OC 500RF 2542 dan tiga unit Mercedes Benz O500RS 1836. Pengerjaan bodi ketujuh bus dilakukan di karoseri Laksana di Ungaran, Jawa Tengah yang mana satu-satunya karoseri di Indonesia yang sudah lulus uji ECE R66 Rolling Test.

“Jadi empat dari tujuh mobil itu tujuan Bengkulu ke Pekanbaru dan tiga lainnya diremajakan. Sementara untuk mesin, kami menggunakan Mercedes Benz, karoseri menggunakan Laksana, dan untuk AC kita menggunakan Thermo King. Kami inginkan yang terbaik bagi masyarakat, sehingga kami tidak segan untuk berinvestasi sebesar Rp15 miliar untuk ketujuh bus ini,” sebut Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera Kurnia Lesani Adnan.

Penggunaan bus mewah terbaik untuk bus antar Pulau Sumatera dan Jawa ini, bukan yang pertama dilakukan oleh PO SAN. Sebelumnya PO SAN juga sudah menggunakan bus dengan chassis premium dan engine horse power dan torsi besar juga dilengkapi dengan fitur air suspensi, brake retarder, ABS, EBS, ESP, cuise control, transmisi automatic serta fitur-fitur yang melekat pada bus mewah. Tujunnya untuk menunjang keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang bus PO SAN selama di perjalanan.

Mulai 2018, PO SAN juga mempelopori 3 unit Mercedes-Benz OC500RF 2542 juga dengan fitur yang melekat pada premium namun lebih panjang pada umumnya bus di Indonesia yakni 13,5 meter. Rata-rata bus di Indonesia panjangnya 12 meter. Dengan penggunaan bus terbaik dan terkuat di kelas premium, Sani yakin bus ini bisa tetap modern hingga 10 sampai 15 tahun ke depan. Bus-bus tersebut akan bisa mengantarkan masyarakat Sumatera dan Jawa melintas di Tol Trans Sumatera dan Tol Trans Jawa.

Saat ini PO SAN memiliki 120 unit bus, namun yang dioperasikan hanya 94 unit armada. Hal ini terjadi karena 26 unit bus terkena batasan umur dan akan segera dipotong untuk dijadikan besi tua. Adapun untuk bus premium, dari total armada yang dimilikinya saat ini, PO SAN memiliki 29 bus premium berbagai kelas mulai Scania K310ib, Scania K360ib Comfort Shift & Opticruise, Scania K410ib, Mercedes-Benz O 500 RS-1836 (2-axle) dan Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 (3-axle).

“PO SAN akan terus bertransformasi mengikuti perkembangan dan tuntutan pasar. Dengan harapan dapat terus memberikan pelayanan terbaik di setiap rute pelayanan kami. Karena motto PO SAN adalah Transport With Care,” tegasnya.

Bus SAN miliki dua sk trayek. Plat BD itu pusatnya di Bengkulu dan plat BM itu cabang yang berada di Pekanbaru. Rincinya untuk pusat utamanya di Bengkulu yang melayani Bengkulu tujuan Padang-Bukittinggi-Pekanbaru-Jakarta via jalur pantai Barat (Krui, Lampung, Jakarta). Kemudian Bengkulu via lintas tengah itu Bengkulu ke Lubuk Linggau-Jakarta-Bandung. Kemudian Bengkulu ke Lubuk Linggau-Tasik-Jogjakarta-Solo-Ponorogo.

BM cabang di Pekanbaru pada 2003, Riau ke Jawa. Trayeknya dari Pasir Pangaraian-Jakarta-Semarang-Solo-Blitar-Tulungagung. Lalu, Pekanbaru ke Jakarta-Bandung-Tasik-Jogjakarta-Solo. Selanjutnya Siak-Jakarta-Bandung-Jogjakarta-Sragen.