27
Aug

Lelang pengerjaan Jalan Lintas Timur Sumatera l gagal Lagi

Palembang – Tahapan lelang untuk pengerjaan ruas Jalan Lintas Timur Sumatera arah perbatasan Provinsi Jambi dan perbatasan Provinsi Lampung kembali gagal untuk ketiga kali karena tidak ada peserta atau penyedia jasa lelang yang memenuhi persyaratan. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang (BBPJN V) Kiagus Saiful Anwar di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, mengatakan kondisi ini membuat BBPJN hanya membuat kondisi jalan tetap fungsional karena pekerjaan struktural tidak dapat dilakukan.

“Sebelumnya kami berharap habis Lebaran lalu sudah ada kontrak, karena yang dua sebelumnya sudah gagal. Tapi ternyata gagal lagi. Jadi terpaksa kami gunakan dana pemeliharaan rutin dulu sembari menyiapkan lelang kembali,” kata Saiful.

Proses lelang yang ketiga ini sudah diajukan sejak pertengahan 2018 ke Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) wilayah Sumsel.

Lantaran gagal lagi, saat ini status paket pengerjaan tersebut sedang persiapan lelang ulang ke empat.

“Lelang saat ini diserahkan ke BP2JK DKI, sementara BBPJN hanya fokus untuk pengerjaan/pemeliharaan rutin ruas jalan. Beda dengan sebelumnya yang ada di kami,” kata sia.

Ia menjelaskan, pekerjaan ruas Jalintim terdiri dari lima paket longsegmen sepanjang 383,20 km dengan alokasi TA 2019 dengan pagu total sebesar Rp 1,015 triliun.

Dengan rincian, Preservasi Rekonstruksi Jalan BTS Provinsi Jambi-Peninggalan (90,15 km), Preservasi Rekonstruksi Jalan Peninggalan-Sei Lilin-Betung (77,74 km), Preservasi Rehabilitasi Jalan Betung – Bts. Kota Palembang (56,16 km), Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts Kota Palembang-SP. Indralaya-Sp.Meranjat-Bts Kota Kayu Agung (49,55 km) dan preservasi rekonstruksi jalan Celikah-Kayu Agung- BTS Kota Kayu Agung-Sp. Penyandingan-Bts Lampung (109,60 km)

“Untuk sementara sampai diputuskan pemenang lelang, pemeliharaan rutin masih menggunakan dana transisi Rp58 miliar periode sebelumnya,” kata dia.

Ia melanjutkan, dana transisi kali ini diperkirakan akan menurun karena sudah dilakukan pemeliharaan jalan yang berlubang dengan sistem tambal sulam.

Meski demikian, pihaknya memastikan kondisi Jalintim tetap bisa dan aman dilintasi walau kondisinya ada beberapa segmen yang berlubang.

“Bukan bearti Jalintim itu semua kondisinya rusak, ada segmen tertentu yang kondisinya baik. Pemeliharaan rutin juga dilakukan terus seeprti tambal sulam, tebas rumput dan pembersihan drainase,” kata dia.

 

Sumber:https://sumsel.antaranews.com/berita/401398/lelang-pengerjaan-jalan-lintas-timur-sumatera-l-gagal-lagi