21
Jan

Jalan Tol Trans Sumatera Dilintasi Lebih dari 1 Juta Pemudik

Jakarta– Arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 telah berakhir. Mencapai puncaknya hingga Kamis (2/1/2020) Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) telah dilalui lebih dari satu juta pengguna jalan.

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mencatat akumulasi jumlah kendaraan yang masuk dan keluar di JTTS sejak 20 Desember 2019 s/d 2 Januari 2020 sebanyak 1.287.569 kendaraan. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat menaruh atensi yang cukup tinggi terhadap berpegian atau mudik menggunakan jalur darat. JTTS yang mulai resmi beroperasi sejak akhir 2017 telah memberikan dampak yang cukup signifikan dalam khususnya bagi warga Sumatera.

Mulai dari pesisir utara Sumatera dengan ruas Medan – Binjai sampai ruas penghubung Jawa dan Sumatera melalui ruas Bakauheni hingga Kayu Agung. Selama arus mudik Nataru, JTTS setiap harinya dilalui oleh ribuan kendaraan dari dan menuju kota-kota besar di Sumatera.

Ruas tol JTTS yang telah fungsional dan beroperasi pada musim mudik Nataru 2019 kemarin adalah Bakauheni – Terbanggi Besar, Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, Palembang – Indralaya, Pekanbaru – Dumai Seksi I, dan Medan – Binjai.

Hutama karya selaku pengelola ruas ruas JTTS telah melakukan berbagai upaya guna memenuhi kebutuhan pengguna dan merealisasikan mudik yang aman dan nyaman di JTTS. Senior Executive Vice President Corporate Secretary Hutama Karya, Muhammad Fauzan menyatakan bahwa lancarnya arus mudik di JTTS tak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan koordinasi dari berbagai pihak antara lain aparat Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan PemProv setempat yang membuat arus mudik di Tol Trans Sumatra kali ini berjalan dengan lancar,” tutur Fauzan. Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, J.Aries Dewantoro menjelaskan rata-rata LHR di semua gerbang tol JTTS selama arus Mudik Nataru adalah di atas 5.000 kendaraan setiap harinya. Peningkatan LHR yang terjadi setiap hari pun selalu di atas 75%. Berdasarkan laporan volume kendaraan per tanggal 02 Januari 2019 kemarin, sebanyak 104.432 kendaraan telah keluar dari JTTS dan meninggalkan Pulau Sumatera melalui GT Bakauheni Selatan.

STRATEGI OPERASIONAL YANG MATANG

Dalam merealisasikan pelayanan prima kepada pengguna jalan di JTTS, Hutama Karya telah melakukan berbagai strategi operasional seperti membuka semua gardu operasi dan operasi untuk gerbang tol bakauheni selatan yang semula 5 gardu menjadi 7 gardu untuk mengantisipasi kepadatan di Gerbang Tol.

“Kami juga menyiagakan petugas ntuk memberikan bantuan tapping kepada pengguna jalan dan menyiagakan mobile reader untuk percepatan transaksi di gerbang tol. Tak lupa teknisi peralatan tol juga kami siagakan selama arus mudik kemarin hingga 5 Januari 2020,” imbuh Aries.

Sedangkan untuk antisipasi kepadatan di sepanjang jalur tol, Hutama Karya telah memastikan Pemenuhan Sarana Keselamatan Jalan Tol, Show off Force petugas, menggelar Operasi Simpatik Keselamatan Berkendara, menyiapkan rubbercone untuk membebaskan bahu jalan saat terjadi antrian, serta menyediakan sarana informasi seperti spanduk, buku saku, dan rambu-rambu sementara. “Ini berlaku di seluruh ruas tol kami,” ujar Aries menambahkan.

REST AREA BERFUNGSI OPTIMAL DENGAN FASILITAS LENGKAP

Selama arus mudik di JTTS kemarin, Rest Area di setiap ruas tol juga sudah dapat berfungsi maksimal dengan berbagai fasilitas yang ada didalamnya seperti SPBU, Musholla, Toilet, Lahan Parkir yang memadai, tempat pengisian Uang Elektronik, hingga rumah makan. Sepanjang JTTS, Hutama Karya telah menyediakan 13 Rest Area dengan 2 (dua) tipe A (TIP) dan tipe B (TI) yang berfungsi secara penuh maupun fungsional di Ruas tol Bakauheni hingga Kayu Agung dan 7 Tempat Istirahat Sementara (TIS) di ruas tol Palembang-Indralaya dan Medan-Binjai.

Layanan Optimal di Rest Area menjadi salah satu fokus utama Hutama Karya pada Arus Mudik NATARU ini mengingat jalan tol yang dioperasikannya menjadi jalan tol yang cukup Panjang di Indonesia. “Untuk Rest Area kami sudah menambahkan personil untuk melayani pengguna disana, penambahan CCTV untuk pengamanan, manajemen pengelolaan area parkir yang baik, hingga fasilitas pelayanan SPBU yang memadai,” pungkas Aries.

Di sepanjang ruas JTTS juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti fasilitas pelayanan lalu lintas hingga fasilitas transaksi. Di sepanjang JTTS terdapat 124 kendaraan siaga (Ambulance, Mobil Derek dan PJR), dan 39unit VMS. Sedangkan untuk fasilitas pelayanan transaksi terdapat 124 titik Gardu Tol Otomatis, 30unit Mobile Reader, dan 21 titik lokasi Top Up Uang Elektronik.

SUMBER:https://www.industry.co.id/read/59295/jalan-tol-trans-sumatera-dilintasi-lebih-dari-1-juta-pemudik