26
Feb

Pembangunan Rest Area Nganjuk Mandek

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Keinginan Pemkab Nganjuk untuk memasarkan produk lokal Kota Angin di rest area tol, agaknya tak bisa terwujud. Pasalnya, pembangunan tempat beristirahat di KM 640 Desa Banaranwetan, Bagor itu mandek. Hingga kemarin tidak ada aktivitas pembangunan proyek rest area di sana.

Pantauan koran ini, di lokasi tersebut hanya ada beberapa bangunan semi permanen. Selebihnya, ada toilet yang dilengkapi dengan tempat penampungan air. Tidak ada kendaraan yang berhenti di bangunan yang sedianya jadi rest area jatah Kabupaten Nganjuk itu. Melainkan hanya ada beberapa petugas jalan tol yang ada di sana. Di pintu masuk ke lokasi juga dipasang barrier yang sekaligus jadi penanda lokasi tersebut tidak boleh dimasuki kendaraan. General Manager Operasional dan Pemeliharaan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Agus Harianto yang dikonfirmasi tentang mandeknya pembangunan rest area tol di Nganjuk belum bisa memberi penjelasan rinci. Belum (dibangun, Red),” tulisnya melalui aplikasi WhatsApp.  Selebihnya, dia tidak bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut. Saat dihubungi melalui ponselnya, tidak diangkat.Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nganjuk Adam Muharto mengatakan, salah satu yang menyebabkan proyek pembangunan rest area mandek adalah perubahan tipe rest area. “Rencananya di sana dibangun tipe A, tapi berubah jadi tipe C,” ujar Adam sembari menyebut rest area tipe A dibandung di Saradan, Madiun.Perubahan tipe rest area itu, diakui Adam merugikan Pemkab Nganjuk. Sebab, sejak awal mereka mencanangkan lokasi tersebut sebagai tempat memasarkan produk lokal. “Kalau diubah jadi tipe C, lokasinya jadi lebih kecil. Daya tampungnya tidak bisa banyak,” sesal pria asal Prambon ini.Dikatakan Adam, sejak awal Pemkab Nganjuk meminta fasilitas rest area untuk tol. Tujuannya, agar warga Kota Angin bisa merasakan dampak positif dari keberadaan jalur bebas hambatan itu. Termasuk memasarkan produk unggulan Nganjuk berupa bawang merah.Dengan perubahan tipe rest area, tidak banyak lagi yang bisa dilakukan. Sebab, dengan ukuran yang kecil, tidak ada banyak fasilitas di sana. Mulai masjid, pom bensin, dan kelengkapan rest area lainnya tidak bisa ditemui di sana.Hingga kemarin, terang Adam, pemkab juga belum mendapat kabar dari pihak tol tentang kelanjutan pembangunan rest area. “Berapa lahannya juga tidak tahu,” tandasnya.